Perusahaan senapan asal Rusia, Kalashnikov Concern meluncurkan senapan serbu baru AK-308 di Army 2018 expo di Moskow, Rusia, Agustus 2018. Pada tampilan perdananya ke publik, AK-308 mirip dengan pendahulunya AK-12. Senapan serbu ini disebut juga memiliki desain dan elemen dari AK-103.
National Interest melansir, AK-308 disebut sebagai produk ambisius dekade ini. AK-308 menggunakan peluru standar NATO kaliber 7,62 x 51 milimeter. Sejak Perang Dunia II, Kalashnikov telah memproduksi lebih dari 20 jenis senapan serbu. Dari jumlah itu, hanya tiga jenis yang menggunakan amunisi buatan Soviet/Rusia.
AK-101 dan AK-102 merupakan dua senjata pertama Kalashnikov yang diekspor ke berbagai dunia. Senapan serbu itu menggunakan peluru standar NATO 5,56 x 45 milimeter. Dua dekade kemudian Kalashnikov mencoba dengan AK-308. Senapan ini disebut-sebut punya bobot yang lebih berat ketimbang pendahulunya, AK-12, namun memiliki akurasi jarak dan kemampuan penetrasi yang lebih baik.
Kesepakatan dengan India?
AK-308 membuat buttstock yang dapat dilipat dan pipa angin yang didesain ulang dari AK-12. Sementara bingkai senapan serbu ini terinspirasi RPK-74M. Tidak ada indikasi pemerintah Rusia akan menggunakan AK-308. Banyak kalangan menduga, senapan serbu ini memang sengaja dipasarkan untuk diekspor.
Salah satu negara yang tertarik menggunakan AK-308 adalah India. Sejak perang dingin, India telah berulang kali mengimpor alat pertahanan dari Rusia. Baru-baru ini, India menjalin kesepakatan dengan Rusia senilai US$5,43 miliar, setara Rp 77.7 triliun, untuk membeli limat senjata pertahanan udara S-400 dan empat kapal tempur Rusia, Grigorovich.
Selain India, negara Amerika Selatan, Brasil juga dikabarkan tertarik untuk mengimpor senjata ini.
